Arsip

Archive for the ‘Nasehat’ Category

Cara Mudah Membiasakan ANAK SHOLAT

Tulisan ini dikutip dari sebuah buku dagangan saya yang berjudul ’92 Cara Mudah Membiasakan ANAK SHALAT’ yang di tulis oleh Hana’ binti Abdul Aziz ash-Shunai’ terbitan Darul Haq. Menilik begitu banyak manfaat yang bisa diambil dari tulisan beliau, maka saya pikir akan sangat bagus bila saya men-share-nya di sini (yang tentu saja saya ambil poin2- pentingnya saja), semoga Allah subhanahu wa ta’alamembalas jasa-jasa beliau dengan kebaikan, aamiin.

Sebenarnya buku ini merupakan ringkasan dari buku beliau yang berjudul “Tajarib li al-Aba’ wa al-Ummahat fi Ta’wid al-Aulad ‘ala ash-Shalat” (Usaha Orang tua untuk membiasakan anak-anak mereka sholat). Baca selanjutnya…

دعاء لك أخي الأعزب ودعاء لكي أختي العزباء

 : أنــت أخــتــــي قـــولــــي
ربّــي ارزقنــي زوجــاً متعــطّراً بمــاء وضــوئه ، لا يخــــــاف إلا من خـــالقه ، حــافظــاً لكتــابك ، متبـعــاً لســنّة حبيبنـــا محـمد صلى الله عليه و سلم ، يــذكرني بصلاة ، و يـــرأف بضعــفــــي ، و يصــوننــــي و يحــفــظ عــرضــي.
اللــهم اجعلنـــا ممن قلت فيهم ” الطيبــون للطيبــات والطيبــات للطيبين” آللـهــمَّ قـربـنـي لمن هـو خـيـرٌ لـي و أنـا خـيـرٌ لـه.

 : و أنــت أخــــي قــل
اللــهم ارزقنــي زوجــة صــالحة تقــيّة نقــيّة عفــيــفة طـــاهــرة ، متطــهّرة طيّــبة مغــضّة لبصـرهـــا ، حــافظة لفرجـهــا طــائعة لربهــا ، مطيــعة لزوجهــا حــافــظــة لكتــاب ربهــا عــاملة به وبســنّة نبيّــهــا ، صـوّامة قــوّامة قنـــوعة عــــابدة زاهــــدة خــــاشعة مخــلــصة ذات دين وخــلــق…

اكــتــب آمــيــن

Kategori:Nasehat

Seuntai Nasehat Ramadhan

Penyusun : Imron Muzakki

  • Definisi puasa : ialah menahan diri dari makan, minum, bersetubuh dan seluruh hal yang dapat membatalkannya dengan niat beribadah kepada Alloh Ta’ala dari semenjak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
  • Hukumnya : wajib bagi setiap muslim yang telah baligh (dewasa), berakal, mampu melaksanakannya dan muqim (menetap). Wajib pula bagi wanita apabila telah suci dari haidh (menstruasi) dan nifas (darah pasca bersalin).
  • Penetapan bulan Ramadhan

 Awal puasa ditentukan dengan tiga perkara :

  1. Ru’yah hilal (melihat bulan sabit).
  2. Persaksian atau kabar tentang ru’yah hilal.
  3. Menyempurnakan bilangan hari bulan Sya’ban.

Tiga hal ini diambil dari hadits-hadits dibawah ini :

  1. Hadits dari Abi Hurairah, ia berkata : Rasulullah h bersabda : “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya (hilal bulan Syawal). Jika kalian terhalang awan, maka sempurnakanlah Sya’ban tiga puluh hari.” (mutafaq ‘alaih)
  2. Rasulullah h bersabda : “Puasalah karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya. Jika awan menghalangi kalian sempurnakanlah tiga puluh hari. Jika dua orang saksi mempersaksikan (ru’yah hilal) maka berpuasalah dan berbukalah kalian karenanya.” (HR. An-Nasa’i, Ahmad, Ad-Daruquthni, sanadnya Hasan)
  • Hukum Niat : wajib berniat untuk puasa ramadhan dan bagi orang yang berpuasa cukuplah baginya meniatkan di dalam hatinya.

Baca selanjutnya…

Kategori:Amalan, Fiqih, Nasehat

Mutiara Nasehat dari Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah

 “Barangkali suatu negeri mengalami kemerosotan disebabkan sedikitnya ahul ishlah (orang-orang yang mengadakan perbaikan) dan banyaknya orang-orang yang rusak serta fasik. Akan tetapi apabila ia (orang yang baik) tetap tinggal di sana dan berdakwah kepada Allah sesuai kemampuannya, maka ia dapat memperbaiki orang lain dan orang lain itu akan memperbaiki yang lain pula, sehingga terbentuklah orang-orang yang baik, di mana mereka akan membawa kebaikan bagi negeri tersebut. Dan apabila mayoritas manusia menjadi baik, kebanyakan orang-orang yang memegang tampuk kekuasaan juga akan ikut menjadi baik, sekalipun melalui tekanan-tekanan. Akan tetapi yang merusak ini – sangat disayangkan – adalah orang-orang yang sholeh (baik)  sendiri. engkau dapatkan mereka berkelompok-kelompok, berpecah-belah, kalimat mereka saring berselisih hanya karena khilaf (perbedaan dalam satu permasalahan agama yang dibolehkan perbedaan padanya).” Baca selanjutnya…

Kategori:Nasehat

KENIKMATAN YANG TERINDAH

Dari Abu Darda’ rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia berkata, “Hai penduduk Himsh, kenapa aku lihat ulama-ulama kalian pergi, dan aku lihat orang-orang jahil kalian tidak belajar. Aku lihat kalian sibuk dengan apa yang telah dijamin untuk kalian dan menyia-nyiakan apa yang diamanahkan kepada kalian. Belajarlah sebelum ilmu diangkat, sesungguhnya lenyapnya ilmu adalah dengan kepergian para ulama. Kalau bukan karena tiga perkara niscaya baik keadaan manusia, yaitu; orang pelit yang dita’ati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang pada diri sendiri. barangsiapa yang dianugerahi hati yang bersyukur, lisan yang berzikir, dan istri yang beriman, maka itu adalah sebaik-baik kenikmatan yang diberikan kepadanya, dan dia tidak akan ketinggalkan kebaikan sedikitpun. Barangsiapa yang banyak berdo’a diwaktu lapang dikabulkan do’anya diwaktu sempit, barangsiapa yang sering mengetuk pintu, niscaya dibukakan untuknya”.

(Tarikh Dimasyq : 47/172)

Kategori:Nasehat

Kumpulan Sms Nasehat Bag.1

• Barangsiapa yg menggali lubang untuk saudaranya, dialah yg akan masuk lubang. Barangsiapa yg membuka tabir orang lain, auratnya akan terbuka.

• Siapa yg tiada bahagia kepada rezeki yg sudah dibagi Allah Subhanahu wa Ta’ala berarti dia tidak merasa sedih bila rezeki itu ditarik darinya.

• Siapa yg bergaul dgn orang jahat adalah hina, orang yg bergaul dgn ulama akan tenteram pikirannya, sedangkan berkawan dgn orang jahat tidak akan selamat.

• Apabila tidak ketemu sahabat yang takwa, lebih baik aku hidup menyendiri daripada aku harus bergaul dengan orang jahat. (Imam Syafi’ie) Baca selanjutnya…

Kategori:Nasehat

Seuntai Nasehat Islamy

Sebagian salaf berkata, “Segala nikmat selain surga itu fana. Segala musibah selain neraka itulah kemakmuran”.
@fahadalkandri -Fahad Al Kundari, imam masjid besar negara Kuwait, dan insya Allah recital Al Qur’an beliau telah masyhur-
Allah berfirman (yang artinya), “Katakanlah: ‘Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami” (QS. At Taubah : 51). Ayat ini menenangkan hati orang-orang mukmin yang bertauhid, bahwasanya taqdir Allah telah ditetapkan, dan kehendak-Nya juga telah Dia putuskan. Apa yang bisa dilakukan tinggal bertawakkal kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan mengambil sebab-sebab yang syar’i. Baca selanjutnya…

Kategori:Nasehat
%d blogger menyukai ini: